Puisi "Desember"
Sejak Aku mengerti hidup, Desember adalah bulan yang ku nanti selalu
Bagiku Desember itu ceria dan penuh bahagia
Penuh warna bahkan ingin terus tersenyum saat menantinya
Aku kira Desember ini kan membawaku pada surga dunia yang indah
Karena tau ada kamu yang menggenggam tanganku
Tapi tidak seperti itu adanya
Awal Desember menjadi kelabu bagiku
Menjadi awal keterpurukanku
Menjadi saat jatuhnya aku dalam keriangan yang selama ini kugenggam
Hatiku retak, jiwaku hilang separuh
Berjalan tanpa arah dan tak tau tujuan
Menunggu dengan diri yang hancur
Takut disini sendiri, apakah aku akan kuat?
Apa aku akan kuat menanti?
Dapatkah aku menunggu senyumku pulih?
Rasaku tak sanggup berdiri sendiri
Ku menunggu uluran tangan Tuhan
Karena, bukankah Sang Maha Pencipta tak akan meninggalkan ku dalam kegelapan?
wihhhhhhh
BalasHapus