Puisi "Pernahkah Kau Kehilangan?'
Pernahkah Kau berpikir mengapa harus ada kata 'kehilangan'?
Kehilangan mutlak dalam hidupmu
Kehilangan yang tak pernah Kau bayangkan
Kehilangan yang datang tiba-tiba, bahkan tanpa firasat atau pertanda
Aku tak pernah membayangkan
Bahkan kata 'itu' sangat asing ditelingaku
Kehilangan adalah hal baru bagiku
Sampai saat terkutuk itu datang
Mencuri satu-satunya yang kucinta
Merampas milikku yang tiada berarti
Mengacuhkan teriakanku yang hilang di malam gelap
Tak terlihat bagai angin, namun cepat bagai kilat
Aku berlari dan terus berlari
Jangan pergi
Jangan sekarang
Jangan, Aku tak siap
Di segala penjuru tak ada
Hanya genangan air yang dapat kulihat
Tetesan air hangat yang menemani pencarianku
Dimana milikku?
Dimana?
Siapapun Kau yang mengambil milikku
Kembalikan kepunyaanku
Kan Ku beri diriku sebagai ganti
Kembali Ku mohon
Tetap perampas itu tak kunjung datang
Lama ku berdiri
Merasakan pipi basah tak kunjung henti
Kemana lagi kan Ku cari?
Seperti inilah rasanya
Kehilangan sesuatu yang tak pernah Kau perhitungkan
Kehilangan sesuatu yang menjadi penyemangat dalam kelu
Kehilangan sesuatu yang akrab dalam keseharian
Seperti ini kah rasanya?
Haruskah sesakit ini?
Menahan tiap luka tanpa tau kan berakhir
Menutup semua celah agar tak ada yang bisa melihat rasa perih ini
Dan pada akhirnya inilah takdirku
Menunggu hari gelap terakhir dalam hidup
Dan bertemu setengah nafasku di atas sana
Kehilangan mutlak dalam hidupmu
Kehilangan yang tak pernah Kau bayangkan
Kehilangan yang datang tiba-tiba, bahkan tanpa firasat atau pertanda
Aku tak pernah membayangkan
Bahkan kata 'itu' sangat asing ditelingaku
Kehilangan adalah hal baru bagiku
Sampai saat terkutuk itu datang
Mencuri satu-satunya yang kucinta
Merampas milikku yang tiada berarti
Mengacuhkan teriakanku yang hilang di malam gelap
Tak terlihat bagai angin, namun cepat bagai kilat
Aku berlari dan terus berlari
Jangan pergi
Jangan sekarang
Jangan, Aku tak siap
Di segala penjuru tak ada
Hanya genangan air yang dapat kulihat
Tetesan air hangat yang menemani pencarianku
Dimana milikku?
Dimana?
Siapapun Kau yang mengambil milikku
Kembalikan kepunyaanku
Kan Ku beri diriku sebagai ganti
Kembali Ku mohon
Tetap perampas itu tak kunjung datang
Lama ku berdiri
Merasakan pipi basah tak kunjung henti
Kemana lagi kan Ku cari?
Seperti inilah rasanya
Kehilangan sesuatu yang tak pernah Kau perhitungkan
Kehilangan sesuatu yang menjadi penyemangat dalam kelu
Kehilangan sesuatu yang akrab dalam keseharian
Seperti ini kah rasanya?
Haruskah sesakit ini?
Menahan tiap luka tanpa tau kan berakhir
Menutup semua celah agar tak ada yang bisa melihat rasa perih ini
Dan pada akhirnya inilah takdirku
Menunggu hari gelap terakhir dalam hidup
Dan bertemu setengah nafasku di atas sana
Komentar
Posting Komentar