Puisi "Terakhir"
Bunga mawar tanda kasih darimu
Telah lama layu dan kering
Hatiku yang dulu selalu Kau payungi
Pun telah lama patah berkeping
Senyum yang selalu Kau ukir diwajahku
Juga hilang diujung jalan
Rasa nyaman yang lama menemani
Rasa ingin memiliki selamanya
Rasa yang tak dapat diungkap walau dengan genangan air mata
Rasa yang dulu pernah ada
Rasa yang telah hilang dihapus rintik hujan
Baiklah begini adanya
Jangan Kau paksa
Juga jangan Kau sesali
Jika baik untukmu, kupastikan baik untukku
Jangan berbalik
Jangan Kau gapai senyumku
Berjalanlah pasti kedepan
Kelak Kau kan temukan mentari lain
Yang 'kan menghangatkanmu
Yang 'kan jadi pelabuhan terkahirmu
Jangan berbalik
Aku tahu caranya menopang kaki yang lemah
Jangan mundur
Aku mengerti langit senja tak baik untukmu
Lupakanlah
Aku masih ingat tuk tersenyum dibalik duka
Aku masih dapat memeluk dalam getaran suara tertahan
Dalam rasa ini 'kan Ku ingat 'tuk bahagia
Walau dengan sisa duri mawar yang Kau tebar dalam hati
'Kan Ku ingat 'tuk gapai sinar rembulan
Dalam gelapnya dasar jiwaku
Dan dalam buntunya sandiwara senyum yang Ku mainkan
Telah lama layu dan kering
Hatiku yang dulu selalu Kau payungi
Pun telah lama patah berkeping
Senyum yang selalu Kau ukir diwajahku
Juga hilang diujung jalan
Rasa nyaman yang lama menemani
Rasa ingin memiliki selamanya
Rasa yang tak dapat diungkap walau dengan genangan air mata
Rasa yang dulu pernah ada
Rasa yang telah hilang dihapus rintik hujan
Baiklah begini adanya
Jangan Kau paksa
Juga jangan Kau sesali
Jika baik untukmu, kupastikan baik untukku
Jangan berbalik
Jangan Kau gapai senyumku
Berjalanlah pasti kedepan
Kelak Kau kan temukan mentari lain
Yang 'kan menghangatkanmu
Yang 'kan jadi pelabuhan terkahirmu
Jangan berbalik
Aku tahu caranya menopang kaki yang lemah
Jangan mundur
Aku mengerti langit senja tak baik untukmu
Lupakanlah
Aku masih ingat tuk tersenyum dibalik duka
Aku masih dapat memeluk dalam getaran suara tertahan
Dalam rasa ini 'kan Ku ingat 'tuk bahagia
Walau dengan sisa duri mawar yang Kau tebar dalam hati
'Kan Ku ingat 'tuk gapai sinar rembulan
Dalam gelapnya dasar jiwaku
Dan dalam buntunya sandiwara senyum yang Ku mainkan
Komentar
Posting Komentar