Puisi "bayang hitam yang menari"
Ku tatap cermin bingkai cokelat dipojok ruangan
Kusam, sepi, kelam
Ada bayang hitam yang menari
Dapat kulihat kesedihan dihatinya
Kusentuh cermin perlahan
Bayang hitam itu pun berhenti menari
Ia menatapku lelah
Air mata membasahi mata birunya
Mulai turun perlahan dan jatuh menjadi kenangan
Sesak memenuhi hatinya
Tangis memecah kesunyian
Air mata kesedihan berlomba membunuh raga
Mematikan jiwa yang sudah rapuh dan melemah
Mengapa kau menangis?
Jangan lagi..
Cukup..
Kuberi tahu, lelakimu sedang tersenyum dialam sana
Kusam, sepi, kelam
Ada bayang hitam yang menari
Dapat kulihat kesedihan dihatinya
Kusentuh cermin perlahan
Bayang hitam itu pun berhenti menari
Ia menatapku lelah
Air mata membasahi mata birunya
Mulai turun perlahan dan jatuh menjadi kenangan
Sesak memenuhi hatinya
Tangis memecah kesunyian
Air mata kesedihan berlomba membunuh raga
Mematikan jiwa yang sudah rapuh dan melemah
Mengapa kau menangis?
Jangan lagi..
Cukup..
Kuberi tahu, lelakimu sedang tersenyum dialam sana
Komentar
Posting Komentar