Puisi "Ketimpangan"
Aku terdiam dalam mimpi tak berdasar
Mimpi yang menghangatkan jiwa dengan belaian-belaian kalbunya
Aku menengok mencari arah pasti
Arah yang akan mengantarku menuju singgasana pujaan hati
Berlari dan berlari namun tak juga ku sampai
Asa ku muncul perlahan menghapus sedikit bunga tidurku
Saatnya ku gapai sadar, namun amat jauh ku raih
Tangan mencoba raih, hanya angin yang ku dapat
Makin lama ku terdiam
Terbangun menatap cermin dalam bisu
Dan yang kutemui hanya sesak ketimpangan
Ya hatiku timpang, karena bintang tak pernah datang menyinarinya
Mimpi yang menghangatkan jiwa dengan belaian-belaian kalbunya
Aku menengok mencari arah pasti
Arah yang akan mengantarku menuju singgasana pujaan hati
Berlari dan berlari namun tak juga ku sampai
Asa ku muncul perlahan menghapus sedikit bunga tidurku
Saatnya ku gapai sadar, namun amat jauh ku raih
Tangan mencoba raih, hanya angin yang ku dapat
Makin lama ku terdiam
Terbangun menatap cermin dalam bisu
Dan yang kutemui hanya sesak ketimpangan
Ya hatiku timpang, karena bintang tak pernah datang menyinarinya
Komentar
Posting Komentar